Apa Itu e-SPT PPh 23? Inilah Jawaban Lengkapnya

e-SPT PPh 23 merupakan aplikasi atau software komputer yang digunakan dalam perpajakan. Aplikasi ini diciptakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) guna memudahkan pembuatan sekaligus pelaporan SPT PPh 23. Lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.


Peraturan yang Berlaku dalam Aplikasi e-SPT PPh 23

Objek PPh Pasal 23 sudah ditambahkan oleh pemerintah sampai menjadi 62 jenis jasa lainnya. Hal ini seperti yang dicantumkan dalam PMK No. 141/PMK.03/2015. Berdasarkan Peraturan DJP No. PER-53/PJ/2009, aplikasi tersebut dimanfaatkan oleh wajib pajak sebagai berikut:

  • Pemerintah sudah menambahkan objek PPh Pasal 23 jadi 62 jenis jasa lainnya sesuai ketetapan Peraturan Menteri Keuangan No. 141/PMK.040/2015.
  • PPh Pasal 23 merupakan pajak yang dikenakan terhadap penghasilan atas modal, penyerahan jasa, maupun hadiah dan penghargaan. Selain yang sudah dipotong PPh Pasal 21.
  • Tarif PPh 23 terdiri dari dua yakni 15% dan 2%. Besar tarifnya tergantung pada objek pajak. 


Syarat Device untuk Install Aplikasi e-SPT PPh 23

Software komputer ini dapat diinstall di device dengan OS Windows XP, 7, 8, 10. Langkah instalasinya adalah sebagai berikut.
1. Download file software, lalu extract filenya.
2. Berikutnya buka folder dan jalankan ”SPTPPhMasa23.exe ”
3. Tunggu hingga proses instalasi selesai, maka aplikasi pun dapat digunakan.

Objek dalam e-SPT PPh 23
Objek yang termasuk dalam PPh Pasal 23 meliputi dividen, bunga, dan royalti. Hadiah, penghargaan serta sejenisnya juga termasuk selain yang sudah dipotong PPh Pasal 21.

Sewa juga penghasilan lain sehubungan penggunaan harta, kecuali sewa tanah dan maupun bangunan. Imbalan yang sehubungan dengan jasa manajemen, jasa teknik, jasa konstruksi, jasa konsultan, serta jasa lain selain jasa yang sudah dipotong PPh Pasal 21.

Sesuai dengan PMK 244/PMK.03/2008, di mana dalam hal ini yang merupakan PPh pasal 23 yakni bila menerima jenis penghasilan ini selain WP OP.

Yang Bukan Objek Pemotongan PPh Pasal 23
Berikut adalah beberapa yang tidak termasuk objek pemotongan PPh 23.
1. Penghasilan yang dibayar maupun terutang pada bank.
2. Sewa yang dibayarkan maupun terutang sehubungan dengan sewa untuk usaha dengan hak opsi.
3. Dividen yang tidak termasuk objek PPh pasal 4 ayat 3 huruf f serta dividen yang diterima orang pribadi.
4. Bagian laba yang tidak termasuk objek PP Pasal 4 ayat 3 huruf i.
5. Sisa hasil usaha (SHU) koperasi yang dibayarkan oleh koperasi pada anggotanya.
6. Penghasilan yang dibayar maupun terutang pada badan usaha atau lembaga jasa keuangan.

Langkah Mengisi e-SPT PPh 23
Berikut merupakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengisi SPT PPh Pasal 23 :
1. Buka laman E-SPT lalu pilih database yang akan dibuka.
2. Login database memakai:
username: administrator
password: 1
3. Dalam tampilan layar terdapat 5 pilihan Menu di antaranya :

  • Program untuk membuat SPT sekali membuka SPT yang sudah dibuat.
  • SPT PPh guna mengisi daftar bukti potong & daftar setoran pajak yang sudah dibayarkan
  • SPT Tools guna menghapus SPT, Menu cetakan SPT juga melaporkan SPT berwujud file CSV.
  • Terdapat pula Utility guna mengisi data wajib pajak, tarif, referensi, impor data, ekspor data serta ubah password.
4. Setelah Anda mengenal menu dalam tampilan selanjutnya dapat coba membuat SPT Masa Pajak. Pilih . Masa Pajak, tahun pajak, lalu klik Buat di tampilan menu.
5. Klik SPT PPh kemudian pilih bukti potong PPh 23. Nomor bukti akan di-generate otomatis. Anda tinggal memilih jenis transaksi untuk proses pemotongan pajak.
6. Setelah seluruh transaksi pemotongan PPh Pasal 23 berhasil diinput akan tampil di daftar pemotongan pajak penghasilan.
7. Lalu, isikan NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan negara) yang dapat dilihat di bukti bank yang sudah disetorkan.
8. Jika sudah, pilih SPT PPh. Klik Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 23 dan/26. Pilih cetak untuk melakukan print out.
9. Pilih Menu SPT Tools. Klik Pembuatan file lapor data SPT(*CSV). Pilih masa pajak dalam tahun pajak. Klik tampilkan data. Lalu lokasi file yang hendak menyimpan file CSV usai klik Create File.

Penutup
Hingga saat ini eSPT PPh 23 masih dalam tahap persiapan guna dilaporkan via E-Filling. Apabila belum bisa diunggah ke dalam E-Filing pelaporan SPT, maka pihak kantor pajak masih menerima pelaporan via manual khusus Pph Pasal 23.

Aplikasi Pajak Versi 1.0.1 adalah salah satu aplikasi yang dipakai Wajib Pajak Badan, Wajib Pajak Orang Pribadi, Bendaharawan serta Pemotong maupun Pemungut. Khususnya dalam aktivitas pelaporan Pajak PPh untuk Pasal 23-26.

Previous PostPosting Lama Beranda